iriatna

Nikmati Saja Apa Yang Ada

Matahari Terbit di Jalan Semarang-Kudus

Ditulis oleh iriatna di/pada September 12, 2007

Jalan pagi-pagi buta ternyata begitu indahnya. Riak gelombang jalanan membuat pinggul ikut bergoyang-goyang diiringi lagu kasidah, ndangdut, deru mesin dan klakson kendaraan yang bersautan. Tiba-tiba mata melirik keatas ufuk timur ketika sebagian-demi sebagian paruh bulatan matahari merah merona menyapa nongol menyentuh mata pelan-pelan. Perlaha-lahan namun pasti sebagian paruh bulatan menjadi bulatan penuh seolah berjalan berlawanan arah perjalanan ini. Dua derajat, tiga, empat, lima, …, sepuluh, duapuluh, …. terus berlawanan arah. Konon bumi pijakan ini pun berjalan mengitari matahari dengan masanya, pun pula matahari berputar pula pada porosnya sesuai garis edarnya masing – masing. Siapakah yang paling dahulu sampai…, matahari…, bumi…, diri pribadi… ???

Alangkah indahnya dan lengkapnya alam ini ciptaan Mu Illahi.. Siapakah yang sebenarnya berjalan, berlari, beredar, mengitari, bersibuk diri, lupa diri, mendholimi diri….ataukah ia yakin akan niat suci untuk bertemu Illahi dan bersaksi… Bahwa jalan ini adadibuat memang untuk memudahkan segala amalan dilakukan didunia ini untuk mengabdi…… Ataukah matahari menyapa bumi dan seisinya atas kehendak pribadi dan naluri…. Apakah benar bumi dan seisinya ini (juga diri ini) berlari menggapai matahari…atau siapa yang dicari….???

Melalui refleksi diri ini marilah kita tempatkan semuanya sesuai porsinya sendiri-sendiri, siapapun yang kompeten sebagai pemberi cahaya berikan sinar dan cahaya kasih sayang. Siapapun yang kompeten membuat jalan raya yang bergelombang menjadi halus mulus untuk memudahkan orang lewat diatasnya menggapai amalan dunia maupun ukhrowi. Siapapun yang mengaku menjadi khalifah di bumi…seberapakah niat dan aktualisasi kekhalifahan itu terimplementasi….???

Apakah alam semesta seisinya ini baru seumur jagung…, seumur kayu jati…, ataukah sudah dewasa…, tua…., renta….atau bagaimana…..? Siapa pun manusia adalah membawa amalan, kebenaran, khilaf, salah dan dosa. Di awal Romadhon 1428 H ini marilah kita introspeksi diri, konsolidasi diri dan segera ambil langkah tanpa ragu berbenah diri memperbaiki sifat-sifat buruk menjadi baik dan menambah amalan-amalan mulia, serta berani bertanggungjawab dunia akhirat atas segala apa yang diperbuat, semata-mata hidup ini hanyalah untuk Allah SWT seru sekalian alam.(iriatna, 12 sept 2007)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>